
Saya jadi teringat sewaktu pertama kali saya ditawari oleh seorang ibu-ibu untuk membawakan barang belanjaan saya. Dengan nada bercanda saya berkata:”Gimana kalau saya yang diduduk di keranjangnya dan ibu yang angkut?”.
Dulu saya menganggapnya sebagai lelucon, tapi sekarang hati saya terenyuh apalagi melihat beberapa anak perempuan yang umurnya mungkin hanya sekitar 10 tahun juga ikut berkeliling menawarkan jasa angkut kepada pembeli.

Saya kecewa karena negara kita yang katanya berbudaya ini dan yang menghembuskan perperangan dengan negara tetangga lantaran hasil “karya” mereka dijiplak, ternyata merekalah jugalah yang sudah banyak mencontek hasil karya orang lain.

Muter-muter Bali memang paling enak. Loncat dari satu hotel ke hotel yang lain dalam waktu 10 hari. Walaupun agak sulit karena kami tidak begitu kenal jalan jalan di Bali. Tapi untungnya ada GPS (Global Positioning System) yang membantu kami untuk mencapai tempat-tempat yang kami inginkan. Mulai dari Denpasar, Nusa Dua, Tanjung Benoa, Sanur, Candidasa, Ubud, [...]

Yeap, we have arrived in Bali since last week, 13 November 2009 to be exact. Perjalanan yang sehari semalam itu sungguh merupakan pengalaman yang menarik. Memang kami tidak langsung drive straight to Bali, tapi kami menginap semalam di Pasir Putih, Situbondo.
Perjalanan Solo – Pasir Putih memakan waktu 12 jam. Maklum, banyak truck-truck yang memperlambat [...]

Readers, I would like to deeply apologize if the content of my blog ever hurt your feelings.
I never intended to discredit any culture, religion, etc. All my opinion was/is/will be on a particular group or person, not the culture or religion itself.
So, don’t be so sensitive about it if you are not one of [...]