Allhamdullilah!!

Hanya satu kata itu yang bisa saya ucapkan atas meninggalnya Amrozi cs semalam pada pukul 00.15wib. Saya bangun pada pagi hari ini memang berharap-harap kalo dia sudah dieksekusi. Dan akhirnya doa saya terkabul. Terimakasih ya, Allah!
Manusia tolol yang mempermalukan Islam hendaknya dimatikan saja. Biar Indonesia tidak disebut-sebut negara tolol lagi. Kenapa Indonesia tidak bisa maju? Karena banyak orang tolol seperti Amrozi cs itu yang berkeliaran dimana-mana.
Bukti ketololan mereka yang paling nyata adalah salah sasaran. Apa ngga tolol? Itu namanya bertindak membabi buta, tanpa pakai otak. Setidaknya mereka seharusnya melakukan research terlebih dahulu, apakah target mereka sudah tepat, sebelum melaksanakan pengeboman.
Disamping tiga orang tolol yang baru dieksekusi ini, saya menemukan satu lagi orang tolol yang bercokol di negeri kita tercinta yaitu orang yang mengatakan bahwa Amrozi cs bukanlah teroris jika para bali nine bukanlah teroris.
Saya benar-benar merasa aneh, apakah otak si penulis yang berinisial AS itu masih ada? Ataukah otaknya ditaruh di jenggot kambingnya itu? Bali nine itu hanya membawa narkoba. Mereka tidak maksa orang-orang untuk beli heroin.
Contohnya saat bulan puasa, apakah ada yang memaksa umat Islam untuk makan atau membatalkan puasa? Apakah pada bulan puasa, restaurant ditutup? Tentu tidak. Namun, sebagai umat Islam ya harusnya tahu diri agar tidak tergoda untuk tidak berpuasa. Puasa atau tidak puasa adalah suatu pilihan.
Sama halnya dengan bali nine, mereka tidak memaksa. Tetapi jikalau ada orang yang mau membeli dan memakai, itu adalah kesalahan mereka sendiri. Orang yang dengan sengaja menjerumuskan dirinya kedalam hal yang buruk, tidak perlu dikasihani. Mereka yang dengan sukarela membeli narkoba itu adalah orang-orang tolol dan yang memang mentalnya sudah cacat. Pakai narkoba atau tidak pakai narkoba adalah suatu pilihan.
Jadi, tidak dapat disamakan dengan Amrozi cs yang telah membunuh 200 orang yang tidak bersalah. Kematian 200 orang yang di-bom oleh Amrozi cs bukanlah suatu pilihan. Mereka tidak dapat memilih untuk mati atau hidup pada saat bom meledak.
Lebih lanjut menurut AS, dia malu dengan pemimpin negara Indonesia karena tidak punya sikap tegas dalam menghadapi desakan dari negara lain dalam hal mengesekusi Amrozi cs. Yang seharusnya malu itu adalah pemimpin negara kita yang mempunyai penduduk tolol dan tidak mencerminkan negara yang katanya berbudaya, berpenduduk ramah dan penuh sopan santun.
Bagaimana dengan nasib Miss Indonesia, Puteri Indonesia dan segudang duta Indonesia lainnya? Apa yang mereka katakan saat mempromosikan Indonesia?
Sayang sekali, AS yang (kelihatannya) berpendidikan itu menuliskan opini yang sama seperti opini tukang becak. Malah menurut saya, tukang becak pun belum tentu beropini sama dengan AS.
Saya jadi teringat pertanyaan teman saya “Hanya satu yang diperlukan orang Indonesia. Tau ngga apa?”. Saya mengeleng. Dia tertawa kecil lalu berkata: “Otak”. Ada terbersit malu diwajah saya karena sudah sebegitu parahnya kah Indonesia sampai-sampai semua orang menghina. Walaupun ini sebenenarnya adalah suatu kebenaran, yaitu ketololan rakyat sudah menjadi rahasia umum yang oleh karenanya negara ini tidak bisa maju.
Juga mengenai salah satu ayat di dalam Al-Quran yang dipakai Amrozi cs sebagai “alasan” untuk melakukan pemboman. Saya mau katakan bahwa ayat ini telah disalahartikan. Hanya orang-orang fanatik saja yang masih mengartikan mata ganti mata gigi ganti gigi, sedangkan kita tahu bahwa itu adalah hukum Taurat dimana pada saat itu orang-orang masih munafik.
Inilah bukti lagi bahwa banyak orang-orang tolol di Indonesia yang berkedok pemimpin agama atau apalah namanya, yang mentafsirkan isi Al-Quran seenak perutnya (lagi-lagi otaknya ketinggalan) yang dilakukan untuk mencari sensasi dan keuntungan sendiri. Al-Quran, Alkitab, dan buku-buku suci lainnya itu ditulis bukan pada zaman kita dan bukan juga dalam bahasa kita. Dan kita juga tidak tahu bagaimana situasi dan kondisi (history) pada saat buku tersebut ditulis. Jadi sangatlah berbahaya jika ditafsirkan oleh orang yang salah apalagi jika orang tersebut hanya mengambil sepotong ayat tanpa membaca kelanjutannya.
Teman saya seorang Muslim yang berasal dari Malaysia mengatakan sendiri kepada saya bahwa Muslim di Indonesia adalah kumpulan orang-orang fanatik. Dan banyak lagi orang muslim di negara lain yang mengatakan hal yang sama. Padahal seharusnya ini tidak terjadi kalau masing-masing daripada mereka tidak menafsirkan Al-Quran secara manusiawi (apalagi secara sepotong-sepotong) dan tanpa petunjuk Yang Diatas.
Kesimpulan: Ayo saudara saudariku sebangsa dan setanah air, jangan biarkan orang-orang tolol menguasai Indonesia. Jangan mau diadu domba oleh masalah-masalah keagamaan. Yang harus kita lakukan adalah bangkit, bersatu padu, bahu membahu dalam mewujudkan Indonesia yang benar-benar adil dan merata.
Popularity: 18% [?]






Reader Comments
tadi siang saya jalan2 ke Kuta (kebetulan saya org Bali) dan ada tulisan besar di salah satu sudut kota Denpasar ” SELAMAT ATAS MATINYA AMROZI CS”
*saya pun turut senang
oya satu lagi mba…maaf ketinggalan. saya bukan muslim. Tapi tolong buat Temen mba yang muslim malaysia itu untuk cari tau lg sbnrnya Negara mana yang pengen jd Trully Asia sampe harus menghancurkan Bali.
bukankah sudah tampak jelas jalan kebenaran dan jalan kesesatann???
Al Qur’an tak ada keraguan di dalamnya!!!
Salam kenal
bukankah sudah nampak jelas antara jalan kebaikan dan kesesatan???
Al Qur’an tidak ada keraguan di dalamnya!!!! dan jangan pernah ragu
lam kenal
Comment yang ditunggu-tunggu akhirnya masuk juga. Tadinya saya lupa kalo mesti di moderate. Hehe..makasih yah atas komen-komennya. Buat Anonymous, maaf mba saya juga ngga ngerti soal Truly Asia. Hubungannya apa yah? Trus buat Araiblog, betul banget. Saya masih percaya kalo ngga ada agama yg jahat, apalagi mengamanatkan untuk membunuh. Kecuali, ya itu disalahartikan.
Mba Anonymous, saya sudah mudeng negh. Wah saya ngga tau dhe. Maaf dhe saya ralat. Kalo begitu memang orang-orangnya aja kali yah. Yang pasti teman-teman muslim saya baik-baik. Ngga ada satupun yang terorist. Yang gila banyak, contoh salah satunya di Sydney tuh, gila pake banget. Lolz…
Alhamdulilah klo mba Ivy udh ngerti
teman saya juga banyak muslim dan mereka smua tak ada yang setuju dgn tindakan Amrozi CS.
duh kok jd nama saya mba anonymous ya?lolz.apalah artinya sebuah nama ya?yang penting saya ber opini saja.
Salam dr Bali
Tidak ada satu agamapun yang membenarkan tindak kekerasan apalagi pembunuhan.Tindakan Amrozi dkk adalah akibat pemahaman ajaran agama yang salah.Kalau mau berjuang membela agama mengapa dengan cara seperti itu.Tidakkah mereka berfikir,lihatlah tempat ibadah bertambah,yang naik haji bertambah tapi korupsi bertambah,kemiskinan bertambah.Artinya apa? Bahwa di negeri ini kehidupan beragama secara kwantitas bertambah.Jilbab sudah menjadi pakaian sehari-hari,ucapan salam agama sudah menjadi kebiasaan sehari-hari.Setiap pejabat dilantik selalu disumpah dengan kitab suci.Tapi bagaimana perilakunya? Ini menunjukkan bahwa secara kualitas menurun.Kondisi inilah mestinya yang perlu diperangi oleh Amrozi dkk.
Thanks Suhadi atas comment nya. Betul..saya setuju. Itu baru Jihad yang sesungguhnya. Salam kenal!
Amrozi cs. SALAH… 1000% we agreed! but… masih ada something wrong dan nganjel… kok dg modal karbit n little explosive aja, Amrozi Cs. bs “bumi hangus” Bali yaa… Pakar Bom jebolan CIA Paul Michael, ngak habis pikir kok itu Amrozi Cs bs se-HEBAT itu bikin explosive meski dg racikan sederhana? Kesimpulan dia, impossible bin ajaib!!! Anehnya lg, dr ‘bali nine’ dieksekusi sampe detik ini, ngak pernah satu kalipun ada rekonstruksi ato reka ulang gmn mereka bs rakik BOM sedemikian hebat tsb. Analisis mantan org BIN Soeripto, actually ada 2 ledakan yg terjadi di mana ledakan ala TNT ini mendompleng ledakan ransel Amrozi Cs. Kesimpulannya, ada fihak yg sangat berkepentingan merekayasa terrorist image di Indonesia pasca 9/11… well, guest who??? DAN…ujug-ujugnya ‘Islam is blaming the victim’.
Kritikavista – Setoejoe. Mereka kaki tangannya, otaknya sampe sekarang masih misteri. Thanks for visiting.
yeah..stuju bgt! slama masih berstatus manusia, mana ada yg stuju pmbantaian ‘tak beralasan’
La moslem n sangat mencintai islam ^^ krn tu, La ga prnh stuju terorisme dmn pun! *trmsuk palestine, china, afghanistan, irak, dll* n rasanya menyakitkan ktika terorisme itu berdalih atas nama islam
Kritikavista – idem mbak la. Hrs nya agama ngga pernah d bawa2 k dlm tindak kriminal. Cuma sayang skali, registrasi kartu hp aja pake nanya agama. Mang nya penting?