Homophobia-kah kamu?

This post was written by Kritikavista on January 26, 2009
Posted Under: Free Speech

homophobia-739571Dari dulu topik tentang gay adalah topik yang kontroversial. Ada yang pro ada yang kontra. Ada yang bisa menerima dengan lapang dada. Namun juga banyak yang mengutuk dan menjauhkan, istilah kerennya Homophobia.

Kata Homophobia berasal dari bahasa Yunani yang artinya ketakutan terhadap sejenis (homo: sama atau sejenis, phobia: ketakutan). Semua orang yang takut atau anti terhadap pasangan sejenis menamai dirinya homophobic.

Pasangan sejenis dikategorikan menjadi dua, yaitu gay dan lesbian. Panggilan gay biasanya ditujukan untuk kaum adam yang tertarik dengan sesama jenisnya. Sedangkan untuk kaum hawa, ketertarikan terhadap sesama jenis dinamai lesbian.

Apa bedanya gay dengan banci / waria?

Gay biasanya menyadari bahwa dirinya laki-laki namun ia mempunyai ketertarikan dengan laki-laki lain. Mereka tidak berusaha menganti kelamin mereka walaupun seringkali mereka bertingkah laku sedikit feminim.

Berbeda dengan banci / waria. Kelompok ini menyadari dirinya adalah seorang perempuan yang terjebak didalam tubuh laki-laki. Makanya seringkali kita lihat para banci berusaha menganti penampilan mereka misalnya dengan memakai rok dan berdandan. Banyak juga yang tidak sungkan-sungkan beroperasi kelamin dan menyuntikan hormon perempuan kedalam dirinya supaya ia lebih mirip dengan perempuan. Kelompok ini bukanlah gay melainkan transgender/transeksual.

Bagaimana dengan bi-sexual?

Nah…ini yang saya kurang mengerti. Yang saya tahu, memang ada gay yang berpacaran dengan wanita dan pria. Begitu juga dengan lesbian, mereka memiliki pacar laki-laki dan wanita. Namun ini lebih disebabkan oleh kelompok homophobic tadi yang tidak dapat menerima mereka sebagai gay dan lesbian. Sehingga, mau tidak mau, mereka menutupi kenyataan tersebut dengan berpacaran dengan lawan jenis.

Mengapa orang menjadi homo (gay dan lesbian)?

Sampai sekarang sih, riset masih dilakukan untuk lebih memastikan alasan seseorang menjadi gay/lesbian.

Para dokter, ilmuwan dan psikolog mengatakan gay/lesbian itu disebabkan oleh factor kelebihan kromosom, tidak seimbangnya hormon, genetik / keturunan.

Kalau orang awam menganggapnya penyakit menular. Artinya jika lingkungannya gay/lesbian, maka seseorang dapat terjangkit penyakit gay/lesbian pula.

Menurut pandangan saya, penyebab gay/lesbian memang dapat dibagi menjadi dua. Penyebab dari dalam dan dari luar.

Penyebab dari dalam yaitu genetik. Saya percaya, memang ada anak yang dilahirkan memiliki hormon tidak seimbang misalnya seorang perempuan memiliki kelebihan horman laki-laki dan laki-laki kelebihan hormon wanita. Jadi, bukan salah mereka jika mereka memiliki orientasi seks yang agak berbeda dengan orang kebanyakan.

Penyebab dari luar misalnya luka batin dan pergaulan. Yang paling berat adalah bila sesorang menjadi gay/lesbi karena luka batin. Percaya atau tidak, sejak kita didalam kandung, kita sudah dapat mengalami luka batin. Misalnya sewaktu hamil, sang ibu sangat mendambakan seorang anak laki-laki, sehingga ia telah mempersiapkan semuanya yang berbau laki-laki, namun ternyata yang lahir adalah seorang bayi perempuan. Nah…ini juga dapat menyebabkan si anak perempuan tersebut menjadi seorang lesbian.

Luka batin yang kedua dapat disebabkan oleh gagalnya hubungan antara lawan jenis. Seorang cewek yang disakiti oleh cowoknya, lalu menjadi trauma akan laki-laki. Atau dapat juga misalnya si cewek sering melihat mamanya dipukul oleh papanya. Sehingga ia trauma kepada lelaki dan merasa lebih nyaman dengan perempuan.

Tapi perlu dicatat bahwa saya tidak percaya adanya sex abuse dimasa kecil oleh sesama jenis dapat menyebabkan si anak tumbuh menjadi seorang gay/lesbian. Dalam beberapa website yang saya baca, ada yang menyebutkan bahwa seseorang menjadi gay/lesbian karena pernah disetubuhi / diperkosa (sex abuse) oleh sesama jenisnya dan merasa nikmat dan akhirnya menjadi gay/lesbian. Coba kalian pikir, mana ada yang namanya permerkosaan nikmat? Yang ada hanyalah trauma yang mengakibatkan cewek maupun cowok enggan berhubungan seks dengan siapapun. Itu baru benar.

Penyebab yang berikutnya (saya tidak mau bilang “yang terakhir” karena sampai hari ini pun orang-orang pintar belum dapat menyimpulkan apa sebenarnya penyebab gay/lesbian) adalah pergaulan. Sebetulnya saya agak meragukan faktor ini. Tapi saat ini saya masih akan 50-50 saja. Kenapa? Karena sebetulnya (dan menurut pendapat orang lain juga), semua orang di dunia ini lahir dengan dua seks orientasi (bi-sexual) sampai ia mengalami pubertas. Lalu setelah itu, orang akan memilih seksual orientasinya sesuai dengan keinginan dia.

Memang banyak perempuan atau pun laki-laki yang tadinya berpacaran dengan lawan jenis lalu tiba-tiba berubah haluan. Menurut saya, mereka bukan berubah haluan tapi akhirnya sadar bahwa mereka lebih tertarik terhadap sesama jenisnya dan mulai mencari kebenaran. Dulu waktu ia kecil, mungkin lingkungannya adalah orang-orang yang straight, sehingga ia merasa terpaksa untuk mengikuti lingkungannya. Namun, semakin ia bertumbuh, keinginan dalam dirinya semakin memberontak. Ia mulai mencari tahu apakah ada teman-teman lain yang juga tertarik dengan sesama jenis. Lalu ia bergabung dan akhirnya menemukan jati dirinya di sana.

Saya juga percaya bahwa setiap orang diberi akal budi oleh Yang di Atas untuk memilah-milah mana yang baik dan benar, bukan hanya ikut-ikutan belaka. Oleh karena itu, faktor pergaulan menurut saya memegang peranan yang kecil sekali dalam hal pembentukan seseorang menjadi gay/lesbian kalau bukan mereka sendirilah yang mencari dan memutuskan untuk menjadi seorang gay/lesbian.

Homosexsuality vs. Religion

Well, saya sih bukan orang yang religius. Tapi memang saya pernah beberapa kali berbincang dengan beberapa orang yang religius dan mereka semua confirmed that homoseksual bukanlah sebuah dosa. Apakah itu dosa jika kita kelebihan hormon wanita? Apakah itu dosa jika kelebihan hormon pria? Apakah dosa bila mereka merasa lebih nyaman dengan sesama jenis?

Yang menjadi dosa adalah praktek seksual yang membabi buta yang hanya untuk mencari kepuasan. Misalnya dengan berganti-ganti pasangan. Kenyataannya memang banyak orang yang mempunyai hasrat seks yang tinggi yang lalu melampiaskannya ke sesama jenis dengan alasan “tidak akan hamil”.

Bila kita tertarik dengan sesama jenis dan ingin membangun sebuah “keluarga” yang baik, saya yakin Tuhan tidak akan marah karena Dia adalah Tuhan yang Maha Baik.

Sekarang pertanyaannya, mana yang lebih berdosa? Orang yang mengumpat, mencemooh, mengucilkan dan bahkan membunuh (terjadi di Amerika) kelompok homoseksual atau orang yang memilih jalan hidupnya untuk membangun keluarga dengan sesama jenis?

Juga tanyakan pada diri kalian, masihkah kalian terjangkit penyakit homophobia?

Sumber inspirasi:

http://en.wikipedia.org/wiki/Homosexuality
http://en.wikipedia.org/wiki/Homophobia
http://www.healthyminds.org/glbissues.cfm
http://ekarizki.multiply.com/journal/item/7
http://www.kabarindonesia.com/berita.php?pil=20&dn=20080107164617

Popularity: 40% [?]

Related Posts

Reader Comments

wah salud dhe buat Mba Vista…so wise

Kritikavista – Yah…hanya segelintir pendapat saya mbak. Maaf kalo ada yang salah. :)

#1 
Written By SuperHuman on January 27th, 2009 @ 12:04 pm

tanya balik : sejak kapan homophobia itu penyakit, dan lantas menjangkiti pikiran orang2?

homophobic itu suatu keniscayaan, nilai default yang tidak akan muncul jika tesis homo muncul. dan wajar jika antitesis ini muncul dan berusaha bukan hanya menjadi phobia semata, tapi juga bahkan hendak melenyapkan kaum homo di dunia.. agar dunia lebih rapih. saya rasa wajar ya.

enak aja tuhan maha baik, tuhan itu maha jahat. ingat bagaimana kaum sodom dibantai tuhan? kenapa tuhan bikin neraka dengan segala tools penyiksaannya? jangan bersembunyi di balik tuhan untuk kecacatan gen yang dimiliki orang homo. ingat, tuhan maha jahat!

Kritikavista – Makasih atas comment-nya. Wah…saya ngga tau dhe kalo Tuhan anda jahat. Kalau Tuhan saya baik.

Dan lagi, saya sudah menjelaskan, homosexual itu akan jadi dosa oleh perbuatan sexual yang membabi buta.

Coba lihat lagi kitab kejadian 19. Di sana jelas sekali dibilang bahwa ketika Lot menerima 2 tamu laki-laki, orang-orang Sodom tiba2 datang mengepung rumahnya dan meminta dua orang laki-laki tersebut untuk “dipakai” oleh mereka. Ini memang dosa.

Namun bila dua orang laki-laki saling mencintai dan berkomitmen untuk sehidup semati? Saya yakin itu bukan dosa. Itu hanyalah masalah sex preference.

Yesus juga datang kedunia ini untuk meluruskan apa yang ada di Kitab Perjanjian Lama (hukum Taurat) dan untuk menyebarkan cinta kasih. Bukan permusuhan. Kalau anda masih memakai hukum Taurat, berarti Yesus mati dengan percuma. Kasihan sekali Yesus.

Salam Damai Mas Leo.

#2 
Written By leo on January 28th, 2009 @ 1:06 pm

Mbak, analisa dan pemikirannya bagus sekali.
Salut buat Mbak! ^^

Semoga byk orang lebih terbuka terhadap esensi ajaran Ilahi… yaitu mencintai Tuhanmu, sesamamu dan dirimu sendiri.
Love is the essence of all Divine teachings.
Rules/norms/regulations/laws are mostly human made of what they think right.
If we confuse in making a decision for particular thing, we should ask ourselves “What would Love do?”

Peace,

Kritikavista – Makasih Pak.

#3 
Written By Bluefish on February 6th, 2009 @ 11:59 am

Oya mau nambahin.
Sebenernya Tuhan itu emang maha baik.

Ttg kasus Sodom…
Kota itu emang udah jahat dan durhaka banget,
Itu bkn ttg kasus homoseksual aja (yg selama ini dikira masyarakat umum adalah sodom dihukum krn homoseksual), tp karena orang2nya udah pada bejad semua.

Gini ceritanya…
Tuhan berfirman “Sesungguhnya banyak keluh kesah orang tentang Sodom dan Gomora dan sesungguhnya sangat berat dosanya.” (Kejadian 18:20).
Hukuman atas dosa adalah maut (Yoh 6:23)
Lalu Abraham berdoa syafaat minta Tuhan mengampuni kota2 tsb. Tuhan berjanji akan mengampuni kota2 tsb jikalau ada 10 benar aja di dlm kota tsb. Bayangkan… orang sekota akan diampuni kalo ada cukup 10 orang aja yg bertobat dan hidup benar (Kej 18:32).
Sebab memang Tuhan itu tidak menghendaki kematian orang berdosa, tapi yg dikehendakiNya adalah supaya orang berdosa bertobat dan hidup (Yehezkiel 33:11).
So, doa Abraham dikabulkan. Kalo ada 10 orang yg hdp benar, maka kotanya gak akan dimusnahkan.
Tp ternyata emang gak ada yg bener disana, selain keluarga si Lot.
Bahkan malaikat aja mau diperkosa.
Makanya akhirnya kota2 tsb dimusnahkan akhirnya.

Jaman skrg pun manusia byk dosanya.
“Karena semua manusia telah berdosa” (Roma 3:23)
Tapi Tuhan maha pengasih.
Dia menganugerahkan jalan pengampunan dan keselamatan bagi dunia ini melalui pengorbanan Yesus Kristus di atas kayu salib (Roma 5:19).
“sebab upah dosa ialah maut; tetapi karunia Allah ialah hidup yang kekal dalam Kristus Yesus, Tuhan kita” (Roma 6:23).
“Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan AnakNya yg tunggal, supaya setiap orang yg percaya kepadaNya tdk binasa melainkan beroleh hidup yg kekal.” (Yoh 3:16)
Jadi barang siapa menerima, dan beriman kepada Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat, maka ia akan menerima anugerah pengampunan dan hidup yg kekal.

Jika ada pembaca yg tergerak hatinya utk menerima Yesus sbg Tuhan dan Juruselamat pribadinya, silahkan berdoa dalam hati:
“Ya Tuhan Yesus Kristus, aku percaya Engkau telah mati di atas kayu salib untuk menebus dosa2ku. Engkau telah bangkit dan bertahta di surga. Saat ini aku mau membuka hatiku untuk menerimaMu sebagai Tuhan dan Juruselamat pribadiku. Ampunilah dosa2ku, perbaharuilah hidupku. Aku mau berserah hidup hanya kepada pimpinanMu saja hari demi hari. Tuhan Yesus terima kasih atas cintaMu kepadaku. Amin”

Jika Anda sudah menerima Yesus Kristus sbg Tuhan dan Juruselamat pribadi, saya ucapkan “Selamat! Welcome to God’s family”

Selanjutnya saya sarankan Anda untuk menghubungi teman2 Anda yg beriman kpd Yesus, utk memperkenalkan Anda ke gereja2 lokal.
Berdoalah/berbicaralah kepada Yesus setiap hari, Ia sungguh Tuhan yg hidup dan mendengarkan doa2 kita.
Semoga Anda terus bertumbuh dalam Iman, Pengharapan dan Kasih.

God is Love,
Bluefish

#4 
Written By Bluefish on February 6th, 2009 @ 12:40 pm

SALUT BANGET MA KAKAK!

#5 
Written By Ananda on July 10th, 2009 @ 9:18 pm

Merinding membaca artikel n komenny

Kritikavista – kedinginan? Thanks dah mampir.

#6 
Written By Egi on November 2nd, 2009 @ 10:13 am

Add a Comment

required, use real name
required, will not be published
optional, your blog address