Persiapan Kembali ke Tanah Air

This post was written by Kritikavista on July 24, 2009
Posted Under: Sharing

Banyak yang bertanya kepada saya:

“Ngapain loe balik?”
“Loe yakin mo balik?”
“Ntar di sono loe bakal ngapain?”
“Koq mendadak banget?”
“Jangan emosi”

Ibu saya malah lebih seru:
“Semua orang berlomba-lomba ke luar negeri, loe malah mo balik? mo nyari apa di sini?”

Duarrr…bom meledak di Hotel Marriott dan Ritz Carlton (17 Juli 2009).

“Orang Indonesia tolol, brengsek!”

Dunia mengutuk. Untuk kesekian kali, katanya, merah putih dipermalukan di mata dunia.

Saya: Tetapi wartawan detik.com lebih brengsek lagi. Bukannya malu atas kejadian ini, malahan mengadu domba beberapa negara yang mungkin memang dianggapnya musuh.

Esoknya…

“Delonnnn”
“Kenapa si Delon?”
“Derita loe nekkk!!”
*Gubrakz. Haruskah saya belajar bahasa “gaul” sejak dini?

Di rumah…

“Aduhh…pusingggg…rumah berantakan. Banyak box di sana sini…”
“Apalagi yang belom terjual?”
“Ntar mandinya gimana yah? Toiletnya gimana?”

Saya: Ternyata persiapan pulang itu ngga gampang yah. Big thanks to my hubby yang lebih sibuk dari saya mengenai kepulangan ini.

Menghitung hari…detik demi detik…

Popularity: 3% [?]

Related Posts

Reader Comments

wahh ribet pasti…
dah kejual semua belum?
masi kurang apa aja?

Kritikavista – Belom nih Sis. Yg paling susah boil. hehe…Doain yah. :)

#1 
Written By sista on July 24th, 2009 @ 1:55 pm

“Koq mendadak banget?”
> mendadak itu kan karena mereka gak tau, kl yg udah tau dr dulu ya gak mendadak.

“Jangan emosi”
> apa keputusan yg menurut penilaian orang lain mendadak itu berarti karena emosi? ato emang keputusan yg sudah ditimbang dr lama cuman tidak di publikasikan saja.
Apa semua keputusan kita harus dipublikasikan?
Apa orang yg menilai keputusan kita itu bisa bertanggung jawab atas hidup kita?
Saran atau pemaksaan kehendak, jadi sekedar untuk kepuasan ego pribadi?

“Semua orang berlomba-lomba ke luar negeri, loe malah mo balik? mo nyari apa di sini?”
> ada apa diluar negri? kehidupan yg lebih baik?
apa definisi kehidupan yg lebih baik? apa luar negri menjadi gaya hidup? apa luar negri itu menjadi status sosial? apa yg dicari disini?

Semua orang menilai dari apa yg mereka lihat sekadarnya, bukan dari latar belakang orang yg dinilai.
Kadang2 penilaian orang juga sekedar pemuasan ego pribadi, tanpa melihat efek samping dr orang yg dinilai.

intinya, gak usah pusing lah in orang ngomong apa.
Gua rasa ini jadi gua yg curhat ya? hahaha…
Good luck in indo,
All the best!

Kritikavista – Tengkiuh Mbak Julia. Bener banget. Setuju. Hidup hidup kita yah. Yuk…mari.

#2 
Written By julia.robet on July 27th, 2009 @ 9:19 pm

hahahahhaa…. makanyaa… tinggal di sini aja… ayukk balikk…. ditunggu nekk…

titi dj, rhoma irama yeee…

cabz cutttssss…..

Kritikavista – numpang d villa loe ya om…:P

#3 
Written By Andri on February 3rd, 2010 @ 10:27 pm

Add a Comment

required, use real name
required, will not be published
optional, your blog address