Pengalaman di Pasar Badung

This post was written by Kritikavista on January 24, 2010
Posted Under: Sharing

Sebulan yang lalu, teman-teman kami datang mengunjungi kami sekalian ingin menghabiskan tahun 2009 di Pulau Bali yang terkenal sangat indah. Tempat tinggal kami yang tadinya sunyi senyap menjadi begitu ramai, gelak canda dan tawa yang terkadang terdengar begitu mengelegar. Juga diiringi hujan yang hampir tiap malam menguyur kota Denpasar tempat kami dimana berada.

Entah malam yang keberapa, kami mengunjungi Pasar Badung yang terletak di Jalan Gajah Mada. Pasar Badung ini adalah pasar tradisional terbesar di kota Denpasar. Di pasar ini dijual aneka bahan makanan, buah-buahan, peralatan dapur dan bahan keperluan untuk upacara adat.

Menurut pemantauan kami, pasar ini sangat ramai di malam hari. Sedangkan di siang hari, hanya segelintir saja pedagang yang menjajakan dagangannya. Begitu juga dengan pengunjungnya. Di malam hari terlihat lebih banyak pembeli yang berlalu lalang bila dibandingkan dengan waktu siang hari.

Yang paling menarik perhatian saya adalah ketika melihat perempuan-perempuan yang berprofesi sebagai kuli angkut. Keranjang yang cukup besar diletakan di atas kepala mereka. Keranjang itu untuk mengangkut barang-barang belanjaan pembeli yang seabrek dan berat.

Saya jadi teringat sewaktu pertama kali saya ditawari oleh seorang ibu-ibu untuk membawakan barang belanjaan saya. Dengan nada bercanda saya berkata:”Gimana kalau saya yang diduduk di keranjangnya dan ibu yang angkut?”.

Dulu saya menganggapnya sebagai lelucon, tapi sekarang hati saya terenyuh apalagi melihat beberapa anak perempuan yang umurnya mungkin hanya sekitar 10 tahun juga ikut berkeliling menawarkan jasa angkut kepada pembeli.

Juga ketika saya melihat dengan mata kepala saya sendiri, seorang ibu membawa meja kayu yang sangat besar diatas kepalanya. Dalam hati saya berkata:”Hebat banget ibu itu. Lehernya apa ngga sakit ya?”.

Disela-sela rasa sedih ada terselip rasa bangga juga karena yang saya lihat tidak ada seorang pria pun yang melakukan profesi itu. Semuanya adalah perempuan-perempuan yang sangat patut kita acungi jempol.

Itulah perempuan-perempuan Bali. Semoga mereka lebih bisa dihargai terutama oleh orang-orang yang mengaku mencintai mereka.

Popularity: 1% [?]

Related Posts

Reader Comments

terenyuh? ;)
saya kagum dgn perempuan Bali

#1 
Written By Superhuman on January 26th, 2010 @ 11:29 am

Add a Comment

required, use real name
required, will not be published
optional, your blog address